Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 September 2017

Hilang Derita


Canda warnai pertemuan kita, di sudut dunia
Ketika sang surya mulai malu
Tampakkan sinarnya
Sepasang mata beradu dalam diam
Tenggelam temukan taman surga
Hilang derita
Merengkuh asa
Jatuh ke dalam diri

Tak ada kita
Tinggalah aku
Bersama rembulan tanggal tengah
Malam tak berbintang jatuh
Segalanya tampak sempurna
Sempurna....

19 September 2017, Ditulis Inet Bean ketika sedang diare.

Selasa, 28 Maret 2017

Layang-layang

http://suryamalang.tribunnews.com/2016/05/09/layang-layang-bikin-helikopter-polisi-mendadak-mendarat-dan-melabrak-pemilik-layang-layang-mengapa

Aku tak ingin mencintaimu seperti layang-layang
Menarik ulur lalu dilepaskan
Aku tak ingin mencintaimu seperti layang-layang
Mengikat untuk kemudian diterbangkan
Jangan pula meniru layang-layang
Begitu lepas lalu jadi rebutan
Dipegang-pegang karena mainan
Cintaku lebih mengangkasa dari senar layang-layang
Melampaui batas-batas imajiner

Aku mencintaimu, Sayang

Senin, 27 Maret 2017

Utopia Khotbah Cinta

https://pixabay.com/en/heart-love-romance-valentine-700141/

Bagaimana musafir mengembara dari satu naungan ke naungan yang lain
Perasaan macam apa yang tengah berbisik ketika berkunjung lalu beranjak.
Bagaimana jalan filsuf dilalui tanpa air mata
Ketika mensabdakan cerapannya akan alam semesta
Bagaimana skeptis tak dapat diam pada dogma
Rasio dipatenkannya menjadi sumber keajaiban yang pernah ada
Dalam buku kantongnya tak ada kata persepsi
Yang harus diketahui mereka berasal dari kampung halaman yang sama.

Bagaimana jalan sufi digambarkan dengan cawan-cawan anggur yang tertandas habis
Dalam tariannya seirama dengan berputarnya bulan yang cahayanya cemerlang
Bagaimana aku menafsirkan cinta
Ketika cinta datang dalam berbagai bentuk
Mereka menjelma sebagai musafir, filsuf, skeptis, lalu sufi.
Wahai hati aku tak memaksamu mendengarku
Kini aku lelah pada utopia cinta yang mereka ciptakan
Aku ingin melebur pada pikiran murni
Semurni mata air yang bergemerincik


Inet Bean
27 Maret 2017

Kamis, 09 Maret 2017

Tentang Aku

By. Pixabay
Terimakasih untuk pengalaman perasaan yang Kau berikan kepadaku. Bahwa sesungguhnya aku terlalu dini untuk mengerti apa arti sesungguhnya rasa yang tak terjelaskan dengan kata dari belahan dunia manapun.

Terimakasih atas sebuah pemahaman yang Kau bisikkan kepadaku. Bahwa aku terlalu naif menerjemahkan kata-kata yang berasal dari bibir manusia, tidak terkecuali dari bibirku. Tidak semua kata yang terucap dapat terwujud.

Terimakasih, pada orang-orang tak terduga yang Kau kirimkan kepadaku. Bermacam-macam karakter mewarnai hidupku, hingga aku mampu mengambil jawaban dari pertanyaan yang secara rahasia Kau lontarkan kepadaku.

Terimakasih, telah Kau sadarkan. Banyak yang harus kuperbuat selain sibuk dengan rasa yang belum kumengerti. Tak kutaruh dendam pada rasa sakit yang pernah ada, semua itu adalah kuliah kehidupan yang secara gratis kudapatkan, tetapi mahal untuk didapatkan.

Rasa sakit, kecewa, terluka, biarlah menjadi atribut kehidupan yang menyejarah, begitu juga kenangan indah yang kan jadi nostalgia. Dan kini, kubiarkan hidupku mengalir seperti sungai kehidupan. Dengan mimpi-mimpi yang telah menunggu untuk kugapai.

Dan mari kita dengarkan lirik yang indah ini

I know my life ain’t perfect
Aku tahu hidupku tidak sempurna
But I don't have to worry
Tapi aku tidak perlu khawatir
‘Cause I've got all that I need
Karena aku punya semua yang aku butuhkan
Right here in my, in my life
Disini, di diriku, di dalam hidup ku
I know my life ain't perfect
Aku tahu hidupku tidak sempurna
But I like the way it's going
Tetapi aku suka perjalanan hidupku
‘Cause I've got all that I need
Karena aku punya semua yang aku butuhkan
Right here in my, in my life
Disini, di diriku, di dalam hidup ku
Thank You for the good life, good life
Terima kasih untuk kehidupanku yang baik, kehidupan yang baik
Allah I want to thank You for the good life
Allah, aku ingin berterima kasih atas kehidupanku yang baik
I leave it all in Your hands, oh
Aku meninggalkan semua itu di tangan Mu, oh


(Good Life, Harris J)

9 Maret 2017

Rabu, 08 Maret 2017

Hakikat Hidup

By. Pixabay

Mereka datang dan berlalu pergi
Meninggalkan rasa terdalam lalu mencabut dengan kejam
Membiarkan senyum mengembang lalu menghapus tak bersisa
Aku masih di sini
Entah sekarang mereka sedang apa
Aku masih menetap
Hakikat hidup, benarkah tentang datang dan pergi
Sahabat, bolehkah aku menyebut mereka sahabat?
Melalui tulisan aku tersedu
Lebih dari sekedar bulir permata
Kemarin ada tawa yang tertoreh
Kini giliran tangis menghias

Memangnya aku ini siapa?
Tentu saja mereka hanya menjawab “bukan siapa-siapa”
Di sudut senja aku menari
Tarian yang kan mengantarkanku pada perpisahan
Akulah tuan rumah para pengembara
Menyuguh ramah tak melarang mereka lanjutkan mengembara

Pekalongan, Juli 31 2016

8 Maret 2017