Minggu, 23 Juli 2017

Bahasa-Bahasa Perempuan

Bahasa-Bahasa Perempuan

https://decaires.wordpress.com/2011/07/03/perempuan-itu/

Malam adalah kamu. Malam yang dengan bulan, tapi bukan bulan biasa, yang lebih dari tujuh puluh tahun muncul sekali, sebab kamu muncul sekali setelah bumi merubah energi mulia menjadi kamu. Kamu yang dari air, dari binatang, lalu kamu.

Seperti saat bulan menjelma menjadi matahari pukul tujuh belas, kamu bertanya tentang sebab-musababnya, lalu kujawab dia hanya ingin melihatmu lebih dekat, sebab malam itu serupa malam seribu bulan. Tapi itu bukan yang kutuju, maka aku mengafirmasi. Bahwa dirimu serupa bulan yang menjelma matahari pukul tujuh belas, yang berwarna biru, yang diteman rasi bintang sqorpio.

“Tapi kenapa?” tanyamu.

Itu adalah bahasamu, bukan seperti bahasa-bahasa perempuan biasa. Sebab mereka terbiasa menonton sinetron dengan alur sangat manis tapi pahit, membaca novel romance tapi bohong, membeli karcis bioskop pada malam minggu yang fana. Kamu selalu tidak peduli pada asas feminisme, kemanja-manjaan, atau pada lipstik merah, bedak tahan air, alis sempurna, pipi yang seperti babi baru lahir.

Tentu saja, sejak Ayahmu berperan sebagai pedofil, hidupmu serupa boneka pemuas kemaluan pria, “tetapi bahkan dia tidak punya malu?” katamu. Aku tergelak. Mungkin kamu mau bilang ini adalah ironi yang tragis sekaligus bengis. Disebut apakah kemaluan jika malu telah dibakar habis oleh kebanalan?

Dia tidak punya malu, bahkan arwah-arwah takut padanya. Bagaimana mungkin rasa takut ada dalam ujung hidungnya? Kamu pernah meminjam buku yang berjudul Hari-hari Terakhir Socrates, lalu berpusing kedalamnya. Lalu selepas itu bahasamu lebih tidak seperti bahasa-bahasa perempuan biasa. Kamu berceloteh tentang kesucian. Pada akhirnya meluncur dari bibir mungilmu.

“Apa aku masih suci?” Bertanya pada bayang-bayangmu yang hitam, mengikuti tiap inci tubuhmu.

            Bahkan kamu lebih suci dari orang-orang yang mengaku suci, dari orang berkostum agama yang mengkomersilkannya, dari orang yang kehilangan imajinasinya. Sesuci cahaya embun pada bougenvil saat dramatis kita bertemu. Kamu tidak takut padaku. Tidak terlintas di benakmu bahwa mungkin saja kamu lepas dari lubang buaya satu dan terjerembab di lubang komodo. Aku baru saja kehilangan istri dan anak-anakku

            Aku bercerita padamu bahwa bagiku kehilangan istri tidak membuatku bersedih, justru ada hawa kelegaan yang mengalir dalam lubang di hatiku. Dua anakku turut menjadi korban kebengisan. Aku menemukan mereka saat aku pulang dari luar kota untuk membeli keperluan tokoku, istriku sudah kaku dalam keadaan telanjang, kedua anakku yang berusia tujuh dan dua tahun mati ketakutan, mata mereka menonjol hampir keluar. Mendadak darahku membeku, dan aku tidak mengingat apapun kecuali saat aku terbangun, aku sudah berada di rumah sakit.

            Sesaat setelah sadar, kutatap langit-langit rumah sakit yang putih, lalu tiba-tiba hawa kehilangan menggerayangi tubuhku. Setetes butiran bening jatuh begitu saja dari sudut mataku. Ingatanku kembali saat perjumpaan awal kita yang tidak romantis, yang membawa luka dari lingkaran nasib yang bengis.

            Di jembatan perbatasan antara kotamu dan kotaku, yang kini telah bertransformasi lebih modern dan berkelas. Kamu berdiri di salah satu sisi jembatan, memandang laut lepas. Ada kebekuan waktu yang membuatku sejenak melupakan masalahku. Masih kuingat dengan jelas kamu mengenakan dress berwarna gading dengan cardigan merah.

            Tiba-tiba kamu terisak. Dan seketika itu aku menyimpulkan, di sini kita mempunyai tujuan yang sama. Mengasingkan diri dari nasib yang tidak berpihak pada kita. Rasanya saat kau terisak ingin aku mendekat padamu, tapi itu tidak akan membuatmu lebih tenang, aku pernah membaca artikel bahwa dengan menangis bisa membuat hati menjadi lebih lega, walaupun tidak mengatasi masalah. Setidaknya kamu mempunyai kepuasan akan luapan dari emosimu.

#Tantangankelasfiksi4
Bahasa-Bahasa Perempuan
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

7 komentar

Tulis komentar
avatar
24 Juli 2017 pukul 00.11

Uwoooww kereen masyaallah...

Diksinyaa, Mba Ineett...mewah tumpah-tumpah😍😍

Reply
avatar
24 Juli 2017 pukul 00.11

Uwoooww kereen masyaallah...

Diksinyaa, Mba Ineett...mewah tumpah-tumpah😍😍

Reply

-Terima kasih telah berkunjung di blog ini. Silahkan tinggalkan kritik, saran untuk perkembangan.